Mengenal Pentingnya Tauhid dan Macamnya #2

mengenal-pentingya-tauhid-dan-macamnya-1

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

11. sekedar pengakuan tauhid rububiyyah saja, yakni hanya sebatas meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Taala yang menciptakan, memberi rezeki, mengatur alam semesta, tidaklah memasukkan seseorang ke dalam islam, karena orang-orang kafir quraisy dahulu juga pun mengakui tauhid rububiyyah ini sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Taala, firmankan :

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ

” Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka:
“Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”,
niscaya mereka akan menjawab:
“Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. [Az-Zukhruf : 9]

12. Tauhid Uluhiyyah adalah pengakuan bahwa Allah Subhanahu wa Taala lah satu-satunya yang boleh di sembah. jadi semua ibadah kita seperti doa, thawaf, nazar, penyembelihan, tawakkal, khouf (takut), roja’ (harapan), ketundukan, dan lain-lain hanya kita serahkan dan persembahkan kepada Allah Subhanahu wa Taala semata.

13. Ayat yang menyatakan bahwa Allah Subhanahu wa Taala  lah satu-satunya Dzat yang berhak disembah, sering kita baca dalam surat Al-Fatihah :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

” Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” [Al-Fatihah : 4]

14. Saudaraku,, Tauhid uluhiyyah inilah yang ditentang oleh orang-orang musyrik sejak jaman Nabi Nuh ‘Alaihissalam sampai Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Tauhid macam inilah yang memasukkan seorang kepada islam dan menjadi inti dakwah para Rasul.

15. Adapun jenis tauhid yang ketiga adalah tauhid asma wa sifat, yaitu beriman kepada semua yang berasal dari Al-Qur’an dan Hadits-Hadits shahih, yang Allah dan Rasul-Nya telah jelaskan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Taala  tanpa adanya tahrif, takyif, tamtsil, dan ta’thil.

16. Tahrif artinya penyelewengan makna dari sifat Allah  Subhanahu wa Taala, seperti orang yang mengatakan wajah Allah  Subhanahu wa Taala artinya pahala, tangan Allah Subhanahu wa Taala artinya kekuasaan, dan lain-lain.

17. Takyif artinya menanyakan atau mem-bagaimana-kan sifat Allah Subhanahu wa Taala . seperti menanyakan atau membayangkan bagaimana cara turunnya Allah Subhanahu wa Taala , bagaimana tangan Allah Subhanahu wa Taala, dan bagaimana bersemayamnya Allah Subhanahu wa Taala di atas ‘Arsy.

18. Tamtsil adalah menyerupakan Allah Subhanahu wa Taala  dengan makhluk-Nya. Seperti perkataan sebagian orang yang menyatakan bahwa turunnya Allah Subhanahu wa Taala  ke langit dunia seperti turunnya kami dari atas mimbar.

19. Ta’thil adalah meniadakan nama dan sifat Allah Subhanahu wa Taala yang telah Allah tetapkan, baik sebagian atau seluruhnya.

20.Tahrif, Takyif, Tamtsil, dan Ta’thil adalah tidak sesuai dengan metode Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dalam mengimani nama dan sifat Allah Subhanahu wa Taala karena Allah, berfirman :

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

” Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat. “ [Asy-Syuro : 11]

Negara Berkah dan Makmur Dengan Bertauhid
[Tim Indonesia Bertauhid]

Iklan

Ditandai:, , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: