Perpisahan yang Sesungguhnya

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du

perpisahan yang sesungguhnya

Seorang salaf pernah ditanya, “Mengapa engkau tidak memperbanyak sahabat..?
Diapun menjawab, “Aku takut dengan perpisahan”*

Dalam bait syairnya Al-Qadhi Abul Majd mengatakan:

ولقد لقيت الحادثات فما جرى *** دمعي كما أجراه يوم فراق

Telah kulalui berbagi musibah (dalam hidupku), namun air mataku tak berderai seperti derainya saat hari berpisah.

Ta’liq:

Perpisahan itu bukan soal jarak yang jauh, juga bukan karena ditinggal pergi. Bahkan kematian bukanlah sebuah perpisahan, sebab di akhirat nanti kita akan bertemu lagi.

Perpisahan yang sesungguhnya adalah ketika satu diantara kita masuk surga, sedangkan yang lainnya terjerembab ke neraka.

Wal iyaadzu billah..

(Maqaalaatun fii kalimaat)

Catatan:

*Kalimat diatas dinisbatkan sebagian penulis kepada beberapa Imam. Diantaranya Imam Ja’far As-Shadiq dan Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahumallah-.
Namun hingga saat ini, kami belum menemukan rujukan aslinya.

Wallahu a’lam

_______________
Madinah 08-03-1437 H
ACT El Gharantaly

Iklan

Ditandai:, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: