Kisah Pembantu yang Dimuliakan di Saudi Arabia

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du

Kisah Pembantu yang Dimuliakan di arab saudi (1)

Jika kita sering mendengar berita TKW di Arab Saudi yang sering disiksa sebagaimana yang sering kita konsumsi dari media mainstream, maka kali ini sebagai penyeimbang saya sampaikan berita menggembirakan yang terjadi antara keluarga Saudi dan pembantu wanita asal indonesia.

Di wilayah Afief propinsi Riyadh Arab Saudi, terdapat keluarga saudi yang memperkerjakan seorang pembantu wanita asal Indonesia, hal ini sebagaimana lazimnya kelurga2 besar yang ada di saudi arabiya yang mengambil jasa pembantu dari negeri asing.

Kisah Pembantu yang Dimuliakan di arab saudi (2)

TKW asal indonesia tersebut sudah bekerja selama 25 tahun, begitu lamanya ia bekerja sehingga keluarga majikan menganggapnya sebagi bagian dari keluarganya, dia diperlakukan dengan baik, dimuliakan dan dipenuhi hak-haknya. Seperti ibu bagi si majikan dan seperti nenek bagi anak-anaknya.

Suatu hari si pembantu memutuskan untuk pulang ke indonesia karena rindu dengan orang tua dan sanak kerabat, maka keluarga sang majikan sangat sedih karena harus berpisah dg pembantu yang dianggap seperti keluarga sendiri, tapi di sisi lain sang majikan pun tidak bisa mencegah karena itu hak si ibu pembantu.

Maka untuk memuliakan si pembantu keluarga majikan membuat pesta perpisahan dan mengundang sanak kerabat untuk menghadiri acara tersebut. Di waktu yang penuh haru itu tiba-tiba si pembantu mendapat kabar duka bahwa kedua orangtuanya sudah wafat, berita ini mengguncang pikirannya dan bergejolak di dadanya, di depan orang-orang yang mencintainya di pesta perpisahan itu dia berucap:

” kedua orang tuaku telah tiada dan aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, izinkan aku hidup bersama kalian keluargaku kedua di negeri ini, anggaplah aku sebagai keluarga kalian”

Setelah kalimat itu keluar dari lisan sang pembantu, maka keluaraga majikan merasa sedih bercampur bahagia…sedih mendengar kematian orang tua si pembantu dan bahagia karena bisa tetep bersama sang pembantu…inilah barangkali yang dinamakan air mata duka dan bahagia bercampur menjadi satu.

Maka spontan pesta yang sedianya diagendakan untuk acara pelepasan sang pembantu, berubah menjadi pesta penyambutan penuh kehangatan dari seluruh anggota keluarga si majikan, hadiah-hadiah dari seluruh anggota keluarga diberikan kepada sang ibu pembantu, acara ini dihadiri seluruh anggota keluarga laki-laki maupun wanita, anak-anak dan cucu mereka.

Wallahu a’lam.

Sumber

Baca juga kisah serupa di kota Yanbu propinsi al-Madinah.

sumber 1

Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah
Riyadh, 14 Muharram 1437 H

Iklan

Ditandai:, , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: