Kultwit Sirah Nabawiyah #12

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

121. Malaikat Jibril turun kepada Nabi ﷺ sehari setelah peristiwa Isra’ dan Mi’raj untuk menjelaskan kepada Nabi ﷺ tentang waktu sholat yang lima.

122. Pada saat Isra’ dan Mi’raj, semua sholat 5 waktu diwajibkan masing-masing 2 raka’at kecuali shalat maghrib yang diwajibkan dengan 3 raka’at.

123. Dan kiblat yang pertama adalah Baitul Maqdis di Palestina, dan Rasulullah ﷺ sholat dengan posisi Ka’bah berada di depan beliau sehingga beliau sholat dengan menghadap keduanya.

124. Kaum Quraisy meminta Nabi ﷺ menunjukkan sebuah mukjizat yang nyata mereka lihat. Maka Nabi ﷺ bersabda
‘Seandaikan aku belah bulan menjadi dua bagian apakah kalian akan beriman? Mereka menjawab ‘Baik, kami akan beriman.’

125. Maka Rasulullah ﷺ pun berdoa kepada Allah, pemilik kekuasaan yang Maha Tinggi, untuk membelah bulan menjadi dua bagian. Maka Allah pun membelah bulan menjadi dua bagian, disaksikan oleh kaum Quraisy.

126. Maka ketika kaum Quraisy melihat mukjizat yang amat menakjubkan itu, mereka berkata,
“Demi Allah, sungguh engkau benar-benar seorang penyihr!”.
Kaum Quraisy pun mendustakan mukjizat yang agung yang tidak mungkin diingkari oleh seorang pun melainkan mereka yang menentang dakwah Islam.

127. “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus” (QS. Al Qamar : 1-2)

128. Di samping peristiwa itu, Rasulullah ﷺ mulai merencanakan taktik dakwah kepada kabilah-kabilah Arab selama musim haji, agar kabilah-kabilah tersebut mau beriman dan menolong dakwah Islam.

129. Abu Lahab dan Abu Jahal, -semoga Allah memburukkan mereka-, secara bergantian bekerjasama untuk mendustakan Nabi ﷺ, padahal Nabi ﷺ sedang berdakwah kepada kabilah-kabilah Arab.

130. Sikap kabilah-kabilah Arab berbeda dalam menghadapi dakwah Nabi ﷺ, ada yang berlepas diri (menolak), ada yang menerima.

@Musa_al3azmi Syaikh Musa al ‘Azmi, Ulama Kuwait, penulis Kitab “Al Lu’lu Al Maknun fis Sirati An Nabiyyi Al Ma-mun”, murid Syaikh Dr. Utsman Al Khamis
Iklan

Ditandai:, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: