Kultwit Sirah Nabawiyah #11

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

  1. Setelah pertemuan Rasulullah ﷺ dengan ayahnya, Ibrahim alaihissalam, beliau masuk bersama Jibril ‘alaihissalam ke surga, dan melihat di dalamnya berbagai pemandangan.
  2. Rasulullah ﷺ melihat di dalam surga:
    (1) Istananya Umar ibn Al Khattab
    (2) Budak-budak perempuannya Zaid bin Haritsah, maka beliau pun mengabarkan kepada keduanya hal tersebut.
    (3). Beliau melihat banyak sungai di dalamnya

113. (4) Rasulullah ﷺ melihat neraka yang apinya saling memakan satu sama lain, naudzubillah, kita berlindung pada Allah dari siksa api neraka. Rasulullah ﷺ pun memperingatkan untuk menyelamatkan kita dari neraka.
(5) Rasulullah ﷺ melihat Malaikat Malik alaihissalam, penjaga neraka.

  1. Kemudian Jibril dan Rasulullah ﷺ pergi ke ujung langit ketujuh, lalu Jibril pun berhenti dan berkata kepada Rasulullah ﷺ :
  • “Wahai Muhammad berjalanlah, demi Allah seandainya aku melangkah selangkah saja aku akan terbakar” Maka Rasulullah ﷺ pun melanjutkan perjalanan, dan sampai ke suatu tempat yang tidak pernah dicapai oleh seluruh manusia, maupun para malaikat.

  • Rasulullah ﷺ sampai ke suatu tempat yang disana terdengar suara goresan malaikat pencatat qadha’ (ketetapan, takdir) Allah subhanahu wa ta’ala. Dengannya Allah muliakan Nabi ummat ini ﷺ.

  • Di tempat yang suci dan agung ini Allah Subhanahu wa Ta’ala berbicara langsung kepada NabiNya ﷺ dan mewajibkan atasnya dan umatnya sholat 5 waktu

  • Karunia Allah atas umat ini dalam kesempatan ini ialah:
    (1) kewajiban sholat 5 waktu,
    (2) pengampunan atas dosa-dosa besar seorang muslim, artinya dia tidak akan kekal di dalam neraka, (3) ayat penutup surah Al Baqoroh

  • Ketika Rasulullah ﷺ telah selesai mendengarkan perkataan Rabbnya, beliau kembali kepada Jibril ‘alaihissalaam, kemudian mengendarai Buraq untuk kembali ke masjid Al Aqsha, dan kembali ke Mekkah

  • Perjalanan besar dan agung ini berikut semua kejadian kecil di dalamnya hanya terjadi dalam kurun waktu sepotong dari malam tersebut. Sekarang anda tahu bahwa ini adalah mukjizat besar. Karena inilah Allah subhanahu wa ta’ala mengabadikan momen ini di dalam kitabNya yang mulia”

  • Syaikh Musa al ‘Azmi, Ulama Kuwait, penulis Kitab “Al Lu’lu Al Maknun fis Sirati An Nabiyyi Al Ma-mun”, murid Syaikh Dr. Utsman Al Khamis

    Twet Ulama

    Iklan

    Ditandai:, ,

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: