Pembahasan Menarik Tentang Sholat

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

ayo-sholat-suaraquran-1024x873

الطُّهوْرُ شَطْرُ الْإِيْمَانِ
thaharah (bersuci) adalah separuh keimanan

وَ نُؤْمِنُ بِأَنَّ الطُّهُوْرُ شَطْرُ الْإِيْمَانِ
dan kita beriman bahwa bersuci adalah separuh keimanan

وَ أَنَّ اللهَ لَا يُقْبَلُ صَلَاةً بِغَيْرٍ طُهُوْرٍ
bahwa Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci

وَ أَنَّ الطَّهَارَةَ مِنَ الْحَدَثِ الْأَصْغَارِ تَكُوْنُ بِالْوُضُوْءِ
dan bahwa bersuci dari hadats kecil adalah dengan wudhu

وَ مِنَ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ بِالْإِغْتِسَالِ
sedangkan dari hadats besar dengan mandi

وَ عِنْدَ فَقَدِ الْمَاءِ حَقِيْقَةً أَوْ حُكْمَنْ يَجْزِىُٔ التَّيَمُّمُ
sedangkan ketika tidak ada air secara hakikat atau hukum, maka tayamum sudah mencukupi

الصَّلَاةُ عُمُوْدُ فُسْطَاطِ الْإِسْلَامِ
shalat adalah tiang bangunan Islam

وَنُؤْمِنُ بِأَنَّ  الصَّلَاةَ عُمُوْدُ فُسْطَاطِ الْإِسْلَامِ
Kita beriman bahwa shalat adalah tiang bangunan Islam

وَثَانِي أَرْكَانِهِ بَعْدَ الشَّهَادَتَيْنِ
dan rukun Islam kedua setelah syahadatain

وَأَنَّ اللهَ قَدِ افْتَرَضَهَا عَلَى عِبَادِهِ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ
dan bahwa Allah telah mewajibkan para hambaNya lima waktu shalat dalam sehari semalam

فَمَنْ أَدَّاهَا عَلَى وَجْهِهَا كَانَتْ لَهُ نُوْرًا وَنَجَاةً وَبرْهَانً يَوْمَ الْقِيَامَةِ
maka barangsiapa yang melaksanakannya sesuai dengan caranya, maka shalat itu baginya adalah cahaya, keselamatan dan petunjuk pada hari kiamat

وَمَنْ تَرَكَهَا جُحُوْدًا فَقَدْ كَفَرَ بِالْإِجْمَاعِ
dan barangsiapa yang meninggalkannya karena pengingkaran, maka dia kafir berdasarkan ijma’

وَمَنْ تَرَكَهَا تَهَاوُنًا فَتَكْفِيْرُهُ الْكُفْرَ الْأَكْبَرَ مَوْضِعُ اجْتِهَادٍ وَالصَّحِيطحُ تَكفِيْرُهُ
dan barangsiapa yang meninggalkannya karena meremehkan, maka menganggapnya kufur akbar adalah objek perkara ijtihad, namun yang benar adalah menganggapnya kafir

شُرُوْطُ الصَّلَاةِ
syarat-syarat shalat

وَيُشْتَرَطُ لِوُجُوْبِهَا :
disyaratkan untuk wajibnya shalat adalah :

الْإِسْلَامُ وَالْبُلُوْغُ وَالْعَقْلُ وَدُخُوْلُ الْوَقْتِ
Islam, baligh, berakal dan masuk waktu shalat

وَلِصِحَّتِهَا :
adapun syarat sahnya adalah :

النِّيَّةُ وَالطَّهَارَةُ مِنَ الْحَدَثِ وَ الْخَبَثِ
niat, suci dari hadats dan najis

وَسَتْرُ الْعَوْرَةِ
menutup aurat

وَاسْتِقْبَالُ الْقِبْلَةِ
dan menghadap kiblat

أَرْكَانُ الصَّلَاةِ
Rukun Shalat

وَأَمَّا أَرْكَانُ الصَّلَاةِ فَهِيَ:
Rukun-rukun shalat ialah :

 الْقِيَامُ فِي الْفَرْضِ لِلْقَادِرِ عَلَيْهِ
Berdiri dalam pelaksanaan shalat fardhu bagi yang mampu

وَتَكْبِيْرَةُ الْإِحْرَامِ
takbiratul ihram

وَقِرَاءَةُ الْفَاتِحَةِ
membaca surat al-Fatihah

وَالرُّكُوْعُ
ruku’

وَالْاِعْتِدَالُ مِنْهُ
bangkit dari ruku’

وَالسُّجُوْدُ
sujud

وَالْاِعْتِدَالُ مِنْهُ
bangkit dari sujud

وَالْجُلُوْسُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ
duduk antara dua sujud

وَالطُّمَأْنِيْنَةُ
thuma’ninah

وَالتَّشَهُّدُ الْأَخِيْرُ
tasyahud akhir

وَالْجُلُوْسُ لَهُ
duduk untuk tasyahud

وَالتَّسْلِيْمُ
mengucapkan salam

وَالتَّرْتِيْبُ بَيْنَ هٰذِهِ الْأَرْكَانِ
tertib (melakukan rukun-rukun tersebut secara urut)

وَاخْتِلَفَ فِي الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِييِّ صَلَى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِيِ التَّشَهُّدِ الْأَخِيْر :
adapun tentang membaca shalawat kepada Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam pada tasyahud akhir ada perbedaan pendapat

فَقِيْلَ إِنَّهَا مِنَ الْأَرْكَانِ وَقِيْلَ إِنَّهَا مِنَ السُّنَنِ
ada yang mengatakan termasuk rukun dan ada pula yang mengatakan sunnah

سُنَنُ الصَّلَاةِ :
Sunah-sunah Shalat :

وَمِنْ سُنَنِهَا :
Di antaranya :

الْاِسْتِفْتَاحُ
membaca do’a istiftah

وَالتَّأْميْنُ
membaca amin

وَقِرَاءَةُ مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ بَعْدَ قِرَاءَةِ الْفَاطِحَةِ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ
membaca ayat al-Qur’an yang mudah setelah surat al-Fathihah dalam shalat shubuh

وَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأَوَلَيَيْنِ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ
dan pada dua raka’at pertama dalam shalat zhuhur, ashar, maghrib, dan isya

وَالْجَهْرُ فِي جَهْرِيَّةِ
menyaringkan bacaan dalam shalat jahr

وَالسِّرُّ فِي سِرِّيَّةِ
tidak menyaringkan bacaan dalam shalat sirr

وَمَا زَادَ عَلَى الْمَرَّةِ فِي تَسْبِيْحِ الرُّكُوْعِ وَالسُّجُوْدِ
dan dalam membaca tasbih rukuk dan sujud yang lebih dari sekali

وَرَفَعُ الْيَدَيْنِ فِي مَوَاضِعِهِ
mengangkat tangan pada tempatnya

وَوَضَعُ الْيَمِيْنِ عَلَى الشِّمَالِ فِي الْقِيَامِ
meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri saat berdiri

وَالصَّلَاةِ أِلَى سُتْرَةٍ قَاىِٔمَةٍ كَعَمُوْدٍ أَوْ صَخْرَةٍ وَنَحُوْهٍ
shalat menghadap sutrah (pembatas) yang tegak seperti tiang, batu besar, dan sebagainya

wallahu a’lam

dari kitab ما لا يسع المسلم جهله
almoslim

disalin dari foto di grup Ma’had Udrussunnah #1 (akhwat)
sumber

Iklan

Ditandai:, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: