Kultwit Sirah Nabawiyah #7

71. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahi Saudah binti Zam’ah radhiyallahu ‘anha, dan beliaulah perempuan pertama yang Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam berhubungan suami istri dengannya setelah Khadijah.

72. Saudah radhiyallahu ‘anha hidup terpisah dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam selama kurang lebih 3 tahun, dan beliau termasuk seorang yang paling taat kepada perintah Nabi shallallaahu alaihi wa sallam.

73. Kafir Quraisy semakin keras dalam mengganggu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pasca kematian Abu Thalib. Orang-orang kecil (bukan dari kalangan bangsawan -pent) mulai berani mengganggu Nabi, padahal selama Abu Thalib hidup orang-orang seperti itu tidak pernah mengganggu Nabi.

74. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku tidak mendapati gangguan kafir Quraisy sedikitpun yang begitu aku benci selain setelah kematian Abu Thalib”, riwayat Al Baihaqi dalam Dalaa’ilun Nubuwwah dengan sanad yang shahih.

75. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu ketika dilempari kotoran anak unta oleh Uqbah bin Abi Mu’aith -semoga Allah menjelekkannya- di atas pundak beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam ketika sujud.

76. Abu Jahal -semoga Allah melaknatnya- juga mengganggu Nabi shallallaahu alaihi wa sallam dengan memukul pundak beliau ketika sujud, maka Allah pun membela Nabi shallallaahu alaihi wa sallam.

77. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Aku telah disakiti di jalan Allah ketika tidak ada seorang pun yang disakiti. Aku telah dicekam rasa takut di jalan Allah tatkala tidak ada seorangpun yang merasa ditakut-takuti.” (HR Ibnu Majah)

78. Abu Bakar As Shiddiq memohon izin kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk berhijrah ke Habasyah lagi karena sulitnya musibah yang dialami kaum muslimin di Makkah, maka Nabi shallallaahu alaihi wa sallam pun mengizinkan.

79. Abu Bakar As Shiddiq pun pergi menuju Habasyah. Ketika beliau sampai di daerah Birk Al Ghimad beliau bertemu dengan seorang bernama Ibnu Dughunah.

80. Ibnu Dughunah adalah pemimpin suku Al Qarah, kemudian dia memberi jaminan kepada Abu Bakar As Shiddiq dan berkata, “Kembalilah dan sembahlah Rabbmu di Mekkah. Kaum Quraisy tidak akan mengganggumu”.

@Musa_al3azmi – Syaikh Musa al ‘Azmi, Ulama Kuwait, penulis Kitab “Al Lu’lu Al Maknun fis Sirati An Nabiyyi Al Ma-mun”, murid Syaikh Dr. Utsman Al Khamis
Iklan

Ditandai:, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: