Kultwit Sirah Nabawiyah #4

31. Al-Walid berdialog dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu beliau membacakannya Alquran hingga memberikan pengaruh besar pada jiwa al-Walid.

32. Saat ia kembali kepada kaum Quraisy, ia menasihati kaumnya agar mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Atau membiarkannya berdakwah kepada bangsa Arab. Mereka menolak saran al-Walid. Al-Walid pun menuduh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam penyihir (yang telah menyihirnya).

33. Turunlah sebuah ayat dalam surat al-Mudatstsir yang memberi kabar kepada al-Walid bahwa ia termasuk penghuni neraka. Allah berfirman, “Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian”. (QS. al-Mudatstsir: 11).

34. Pada fase ini, seorang yang buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum memeluk Islam. Ia menjadi seorang muadzin Islam selain Bilal Radhiallahu ‘anhu.

35. Cara-cara kafir Quraisy dalam memerangi dakwah Islam adalah; (1) dengan cara menghembuskan kerancuan terhadap Alquran, (2) membantahnya, dan (3) menyamakannya (dengan sesuatu).

36. Orang-orang Quraisy tidak berhasil berdebat dan membantah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Mereka pun berpikir menempuh cara lainnya yaitu menyiksa orang-orang yang memeluk Islam. Hal ini menjadi ujian yang sangat berat bagi Para Sahabat.

37. Allah menjaga Rasul-Nya melalui pamannya, Abu Thalib. Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang mengalami penyiksaan paling berat adalah Khabbab bin al-Arats Radhiallahu ‘anhu.

38. Kemudian Abu Bakar memainkan peranan yang besar dalam masa-masa ini. Ia membeli sahabat yang berstatus budak untuk dimerdekakan. Seperti Bilal dan Amir bin Fuhairah.

39. Orang-orang Quraisy membuat cara baru lagi (untuk memerangi dakwah). Mereka mulai menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Di antara pelakunya adalah al-Aswad bin Abdul Yaghuts, al-Aswad bin al-Muthallib, dll.

40. Mereka terus menyakiti orang-orang yang beriman. Semakin hari, ujian semakin berat dirasakan para sahabat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pun mengizinkan mereka untuk hijrah ke negeri Habasyah (kawasan Ethiopia -pent)

@Musa_al3azmi Syaikh Musa al ‘Azmi, Ulama Kuwait, penulis Kitab “Al Lu’lu Al Maknun fis Sirati An Nabiyyi Al Ma-mun”, murid Syaikh Dr. Utsman Al Khamis
Iklan

Ditandai:, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: