Kultwit Sirah Nabawiyah #3

21. Di usia 40 itu, turunlah wahyu pertama, surat Al-Alaq. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mendapat wahyu itu di Gua Hira. Para ulama sepakat bahwa itulah wahyu pertama.

22. Setelah turun surat Al-Alaq, wahyu belum datang lagi selama beberapa hari. Kemudian turunlah surat Al-Mudatstsir. Inilah ayat pertama yang turun setelah masa jeda itu.

23. Fase dakwah dalam hidup Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam terbagi menjadi: 1. Mekah 2. Madinah. Fase Mekah terbagi lagi menjadi : 1. Masa sirr (sembunyi-sembunyi) 2. Masa terang-terangan.

24. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memulai dakwahnya secara sirr (sembunyi-sembunyi). Masuk Islamlah kalangan keluarganya; istri dan anak-anaknya, Ali, dan Zaid bin Haritsah.

25. Dengan cara sirr (sembunyi-sembunyi) pula, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mendakwahi orang-orang di luar keluarganya. Masuk Islamlah Abu Bakar ash-Shiddiq. Mulailah orang-orang mendengar dakwah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

26. Orang-orang fakir dan miskin memeluk Islam lebih cepat. Dalam waktu 3 tahun dakwah secara sirr (sembunyi-sembunyi), sejumlah orang dari kalangan lemah telah memeluk Islam.

27. Kemudian turunlah firman Allah yang memerintahkan dakwah terang-terangan: “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (QS. Al-Hijr: 94).

28. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam naik ke bukit Shafa, lalu menyeru orang-orang dengan dakwahnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memberi-tahukan bahwa dirinya adalah utusan Allah untuk sekalian alam.

29. Cara pertama yang dilakukan orang-orang Quraisy untuk menolak dakwah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah dengan mengirim utusan kepada paman Beliau, Abu Thalib, agar ia mencegah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan dakwahnya.

30. Orang-orang Quraisy tidak berhasil membujuk Abu Thalib untuk mencegah keponakannya itu, mereka pun mengutus al-Walid bin al-Mughirah untuk menawarkan beberapa hal kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

@Musa_al3azmi – Syaikh Musa al ‘Azmi, Ulama Kuwait, penulis Kitab “Al Lu’lu Al Maknun fis Sirati An Nabiyyi Al Ma-mun”, murid Syaikh Dr. Utsman Al Khamis
Iklan

Ditandai:, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: