Kultwit Sirah Nabawiyah #2

11. Tanda kenabian adalah daging yang menonjol di punggung Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tepat di jantung beliau, besarnya seukuran telur burung merpati.

12. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kembali diasuh ibunya setelah genap dua tahun diasuh oleh Halimah as-Sa’diyah. Saat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berusia 6 tahun, ibu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam wafat.

13. Setelah ibunya wafat, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam diasuh oleh Abdul Muthallib. Saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berusia 8 tahun, wafat pula Abdul Muthallib.

14. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam diasuh oleh pamannya, Abu Thalib, setelah sang kakek wafat. Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menggembalakan kambing dan turut serta dalam Perang Fijar.

15. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga hadir dalam hilful fudhul (perjanjian yang dihadiri para tokoh pen.). Beliau menjualkan barang dagangan Khadijah, bersama budak laki-laki Khadijah yang bernama Maysarah. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menikah dengan Khadijah.

16. Saat itu usia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam 25 tahun dan Khadijah 40 tahun. Mereka dikarunia 6 orang anak: Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultstum, Zainab, dan Abdullah.

17. Saat berusia 35 tahun, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berperan dalam pembangunan Ka’bah yang dilakukan orang Quraisy. Mereka bersepakat menjadikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai peletak Hajar Aswad di tempatnya.

18. Allah Ta’ala menjaga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dari buruknya perilaku jahilyah: beliau tidak pernah sujud kepada berhala, tidak juga meminum khamr, atau mendekati (tempat yang mengantakan kepada) zina.

19. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dikenal sebagai orang yang jujur dan amanah, suka menyambung silaturahim, dan akhlak terpuji lainnya.

20. Saat berusia 40 tahun, tampaklah pada dirinya tanda-tanda kenabian: mimpi yang benar terjadi, suka menyendiri, pohon dan bebatuan mengucapkan salam, dan melihat cahaya malaikat.

@Musa_al3azmi Syaikh Musa al ‘Azmi, Ulama Kuwait, penulis Kitab “Al Lu’lu Al Maknun fis Sirati An Nabiyyi Al Ma-mun”, murid Syaikh Dr. Utsman Al Khamis
Iklan

Ditandai:, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: